Mengapa Pendidikan Orang Dewasa???


Satu hal yang menarik ketika saya mempelajari lebih jauh tentang pendidikan orang dewasa adalah bahwa pendidikan orang dewasa sebenarnya merupakan "sebuah pemikiran" yang tergagas setelah mengungkap sebuah masalah sosial yang menimbulkan kesenjangan dalam kehidupan.Bagaimana tidak ? Pendidikan telah disalahartikan dan dikerdilkan oleh konstruksi masyarakat hanya sebagai sebuah pengajaran semata. "Makna" dari pendidikan ini kemudian hilang, dibungkam oleh persepsi masyarakat dan anehnya, kita(masyarakat)sepakat atas hal tersebut dan tanpa sadar fenomena tersebut terlembaga dalam kehidupan masyarakat.
Lebih jauh saya menganalisa tentang arti pendidikan sesungguhnya ketika saya mendengar pada saat yang sama bahwa Mahasiswa Indonesia Berhasil Menjadi Juara Umum di Ajang Internasional yang sangat bergengsi, sementara disisi lain saya mendengar berita yang sangat memprihatinkan bahwa pejabat negara tertangkap kamera sedang menonton video porno saat rapat. Saya yakin pejabat tersebut adalah lulusan perguruan tinggi dengan gelar-gelar akademisnya. Apa yang salah kemudian ??
Dalam hal ini kita harus cermat membedakan antara pengajaran dan pendidikan. Hemat saya, sistem pengajaran di Indonesia sudah sangat baik, terbukti dengan banyaknya putra-putri bangsa ini menyabet juara-juara di pagelaran Internasional. Namun ketika berbicara pendidikan, apalah Bedanya dengan kelakuan masyarakat Arab di Zaman Jahilliyah.
Oleh karena itu, perlu adanya rekonstruksi makna dari pendidikan, bahwa tujuan dari pendidikan hakikinya adalah menjadikan manusia menjadi mahkluk yang mulia dalam berbagai aspek, tidak hanya pengetahuan, tapi juga tingkah laku dan bersikap. Manusia adalah makhluk yang bebas memilih, namun bukan berarti harus memilih sembarangan.
Pendidikan orang dewasa lahir sebagai suatu alternatif dalam kejenuhan pendidikan yang resonantif. Dengan Berlandaskan pada Filosofi dan Metode pada implementasinya. Pendidikan Orang Dewasa bertujuan untuk Aktualitasi Diri, mengembangkan diri sesuai potensi yang dimiliki dengan berkiblat pada proses yang holistik, Individu diharapkan dapat menggunakan potensi yang telah dikembangkannya dalam koridor-koridor yang tepat agar bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi sebuah kebaikan yang tidak terputus.
Sehingga nantinya diharapkan pendidikan adalah proses suci untuk memanusiakan manusia dan menghentikan produksi manusia-manusia amoral dari lembaga pendidikan di negeri ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

    Merah Putih Clothing & Design

Pamplet Bulan April

Pamplet Bulan April

Kampus

Institut Pertanian Bogor